Senin, 04 Februari 2013

Meditasi Vipassana Satipatthana

Dalam banyak tradisi Buddha, meditasi pandangan terang didasarkan pada empat landasan kesadaran sebagaimana disebutkan dalam Satipatthana Sutta.

Keunikan pendekatan Burma/Mahasi terletak pada penggunaan dari gerakan perut "timbul" dan "tenggelam" (ketika seseorang bernafas) sebagai objek utama untuk pemula.

Kemudian, banyak benda lainnya yang digunakan.

Ada cukup fleksibilitas dan variasi dalam instruksi yang diberikan oleh guru yang berbeda.

Oleh karena itu, dalam banyak kasus, keputusan tentang langkah apa yang akan dipakai tergantung pada pengalaman dan keterampilan individu.

Satipatthana atau empat landasan kesadaran telah ditekankan sebagai cara satu-satunya untuk pemurnian makhluk.

Sebuah wacana menggambarkan berbagai obyek meditasi yang diklasifikasikan ke dalam empat kelompok.

Ini harus diterapkan untuk mengembangkan kesadaran tentang hal-hal sebagaimana adanya.

Mereka adalah:

* Kayanupassana Satipatthana

* Vedananupassana Satipatthana

* Cittanupassana Satipatthana

* Dhammanupassana Satipatthana



PERENUNGAN TERHADAP TUBUH SEBAGAI LANDASAN PERHATIAN

(Kayanupassana Satipatthana)



Dalam landasan ini ada berbagai macam bagian:

1 napas

2 postur

3 pemahaman jelas

4 bagian dari ketidakmurnian tubuh

5 empat unsur (bumi, api, air, dan unsur angin)

6-14 perenungan pemakaman mayat pada berbagai tahap pembusukan.



Telah jelas bahwa beberapa dari hal tersebut awalnya merupakan latihan meditasi ketenangan murni tetapi kemudian beralih ke meditasi pandangan terang dalam ayat penutupan Satipatthana Sutta-Dia melakukan perenungan asal-benda dalam tubuh, atau dia melakukan perenungan pemisahan-benda dalam tubuh, atau dia melakukan perenungan asal dan pemisahan benda dalam tubuh.



PERENUNGAN TERHADAP PERASAAN SEBAGAI LANDASAN PERHATIAN

(Vedananupassana Satipatthana)



Ada sembilan jenis perasaan di sini, yang menjadi objek perhatian.

Yang pertama hingga yang ketiga adalah: menyenangkan, menyakitkan, tidak menyenangkan atau menyakitkan.

Ketiganya kemudian lebih jauh dicatat sehubungan dengan menjadi duniawi (keempat hingga keenam) atau spiritual (ketujuh hingga kesembilan).



PERENUNGAN TERHADAP KESADARAN SEBAGAI LANDASAN PERHATIAN 

(Cittanupassana Satipatthana)



Kesadaran yang dapat menjadi obyek dari perhatian adalah:

1 kesadaran dengan nafsu

2 kesadaran terbebas dari nafsu

3 kesadaran dengan kemarahan

4 kesadaran terbebas dari kemarahan

5 kesadaran dengan kebodohan batin

6 kesadaran terbebas dari kebodohan batin

7 kesadaran yang menyusut

8 kesadaran yang terganggu

9 kesadaran yang telah tumbuh besar / diperluas

10 kesadaran yang belum tumbuh besar / diperluas

11 kesadaran yang memiliki beberapa faktor mental lainnya yang lebih unggul

12 kesadaran yang tidak memiliki faktor mental lain yang lebih unggul

13 kesadaran yang diam / tenang

14 kesadaran yang tidak diam / tenang

15 kesadaran yang terbebas

16 kesadaran yang tidak terbebas



PERENUNGAN FAKTOR MENTAL SEBAGAI LANDASAN KESADARAN 

(Dhammanupassana Satipatthana)



1 Kelima rintangan

2 Lima agregat kemelekatan

3 Enam landasan-indria eksternal dan internal

4 Ketujuh faktor pencerahan

5 Empat kasunyataan mulia



Perenungan tubuh (Kayanupassana Satipatthana) diambil sebagai objek utama yang pertama untuk membangun kesadaran karena mereka:

1 kasar, sehingga mudah terlihat

2 hadir hingga beberapa tingkat atau sebagian besar waktu dan praktis

3 tidak menyakitkan seperti dalam perasaan. Dengan demikian, dapat diamati selama jangka waktu yang cukup lama tanpa membuat tekanan yang berlebihan.



Ketika seseorang mengamati proses materi dengan penuh perhatian, seseorang secara alami tidak bisa membantu tetapi juga memperhatikan fenomena mental yang terjadi seiring pengamatan.

Pada awalnya, nyeri yang kuat mungkin timbul ketika duduk lama dan banyak kebiasaan kotor dan pikiran juga akan menyerang mental.

Kemudian, benda-benda yang lebih halus juga dapat teramati dengan cukup mudah seiring dengan peningkatan kesadaran dan konsentrasi. Pada awalnya, obyek meditasi yang ditemui selama sesi meditasi duduk adalah:

* "Timbul" dan "tenggelamnya" perut

* Sensasi "Duduk" dan "menyentuh" ​

* Berpikir atau gelisah

* Kantuk

* Mendengar suara

* Perasaan menyakitkan dan menyenangkan



"Timbul" dan "tengglam" dari perut pertama kali digunakan sebagai obyek utama tetapi ketika itu menjadi lemah dan jarang, sensasi "duduk" dan "menyentuh" ​​kemudian digunakan sebagai pengganti.

Rasa sakit dan perasaan kemudian dapat mengambil alih selama duduk yang lebih lama.

Obyek lainnya yang kurang sering muncul dicatat dan setelah mereka menghilang, seseorang kembali untuk mengamati obyek utama.

Dalam meditasi berjalan, hal yang sama berlaku dengan proses berjalan sebagai obyek utama dan lain-lain (nyeri, berpikir, melihat, mendengar, dan lain-lain) sebagai obyek sekunder.

Dengan cara ini fenomena materi dan mental dapat diamati dengan penuh kesadaran yang timbul dan lenyap sebagai proses.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar